Mengenai Saya, Contact Person: 087875208328

Foto saya

saya dulu sekolah d SDN Menteng Atas 04 Pagi Jl.Dr.  Saharjo setelah lulus dari sd melanjutkan ke smp 5 metropolitan menteng pulo jakarta selatan lalu melanjutkan sekolah ke SGO N Jakarta Jl Radio Dalam Kebayoran Baru. setelah itu saya melanjutkan kepeguruan tinggi di STMIK muhammadiyah Jakarta di Bilangan Matraman Teptanya di belakang rumah makan Roda. itu dulu kali mungkin sedikit profile yang mungkin anda mengenal saya.

Kepala Sekolah

Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SDN Duren Sawit 14 Pg ( Ibu Emjelina Simarmata, S.Pd )

daun

Rabu, 04 Juli 2012

Apa yang dimaksud dengan blog


Apa Yang Dimaksud Dengan Blog ? 

Banyak pendapat berbeda yang menjelaskan tentang Blog. Saya ingin menjelaskan blog dengan membandingkanya denga Website “normal”.
Sebenarnya blog sendiri adalah sebuah website (dan memang begitu, blog sebenarnya adalah – sebuah website).
Blog adalah website yang mempunya beberapa perbedaan kunci, antara lain:
1. Artikel di tampilkan secara kronologis dengan artikel paling baru berada paling atas.
Ini adalah bagian yang paling konsisten dari setiap blog yang pernah saya kunjungi. Artikel ditampilkan dengan sedikit cuplikan dari isi, dimulai dari bagian atas untuk artikel yang paling baru diikuti kemudian dengan artikel yang lebih lama, dan seterusnya. Format ini adalah warisana dari aspek “jurnalistik” dari blog yang merupakan diary online atau jurnal. Diary mempunyai isi yang dibuat berdasarkan tanggal dan begitu pula blog bekerja.
Meskipun blog mempunya gaya seperti cerita jurnalistik, hal penting yang perlu di perhatikan adalah saat ini tidak semua blog merupakan diary dan bukan tentang kehidupan prinbadi dari sang penulis. Beberapa blog masih merupakan hasil pemikiran seorang penulis blog saya juga, tapi saya tidak bercerita tentang kucing saya atau apa yang saya makan waktu sarapan tadi. Saya tetap pada topik yang sudah dipilih, tentang bisnis internet dan blogging, dan orang-orang yang tertarik pada kedua topik tadi datang untuk membaca blog saya.
Blog saat ini bisa mengenai bermacam subjek, ditulis oleh seorang atau banyak orang dan tentunya semua itu bukanlah diary pribadi. Refleksi pribadi, opini dan suara semuanya sudah menjadi bagian dari blog, tapi itu semua tidak mempengaruhi nafas dan jangkauan dari cakupan topik.

2. Mudah untuk menambahkan konten baru
Website normal mempunyai satu masalah kronis yang menghalangi orang untuk
menambahkan konten baru – yaitu terlalu teknis. Meskipun sudah CMS (Content
Management System) yang canggih, pembuatan website masih diluar jangkauan pengguna web umumnya.
Blog sudah mengubah hal ini. Mereka menyediakan sebuah sistem publikasi konten yang begitu mudah digunakan oleh kebanyakan pengguna web, dengan sedikit latihan, mereka bisa mempublish konten ke World Wide Web. Ketika publikasi konten menjadi semudah menulis email, kendala untuk masuk sudah sangat rendah dan saat ini kita mempunyai sebuah dunia yang terisi juataan blog.
3. Konten sering terupdate
Masalah besar lain yang menjadi wabah pada website tradisional adalah sifat statis mereka. Kebanyakan website tidak pernah berubah dan anda selalu kembali ke halaman-halaman yang sama dengan isi yang sama. Alasan untuk hal ini adalah poin ke dua di atas – sangat  sulit bagi kebanyakan orang untuk menamahkan konten pada sebuah website.
Tentu, beberapa situs popular sering terupdate sebelum blog muncul, tapi dibelakang mereka ada organisasi besar dengan staf teknis dan para penulis, atau dikelola oleh orang orang yang mengerti sesuatu seperti HTML, FTP dan server web. Kebanyakan orang tidak bisa berbicara dengan bahasa itu dan sampai blog muncul sangat sulit bagi kebanyakan orang untuk mempublikasikan ide-ide mereka secara online.
Blog sudah mengurangi masalah untuk mempublikasi sehingga membantu kebanyakan orang untuk melakukannya. Sebagai hasilnya Web saat ini dipenuhi dengan produser konten (para blogger) menulis dan mempublikasikannya secara reguler, kadang beberapa artikel per hari. Website dulu tidak pernah sedinamis blog sekarang.
Efek lain dari kebangkitan blog pada mesin-mesin pencari. Mesin pencari seperti Google memberikan penghargaan kepada konten yang bernilai dan konsisten. Secara alami blog melakukannya (dg asumsi dijalankan oleh blogger yg termotivasi) dan kemudian mendapat rangkin tinggi disearch engine.
Sebagai hasil dari “mencuri” rangking di mesin pencari papan atas, blog mendapatkan perhatian lebih banyak, mendapatkan fokus dari para pemasar internet dan pemilik bisnis karena mereka melihat blog sebagai alat pemasaran yang potensial untuk produk dan layanan mereka.


4. Blog mengijinkan orang untuk meninggalkan komentar.
Evolusi besar yang bisa dilihat dari blog dibandingkan dengan website tradisional adalah tambahan fungsi komentar. Disetiap artikel yang di publiskasikan di blog mempunyai kotak yang mengijinkan siapapun untuk memberikan kontar pada artikel tersebut.
Perubahan itu mengubah website dari layanan broadcasting satu arah, menjadi alat komunikasi dua arah. Para pembacanya bisa dengan mudah berkomunikasi dengan penulis konten, membawa pembicaraan yang dimulai dari sebuah artikel menjadi sebuah komunitas. Poin terakhir ini lebih powerfull dari yang anda pikirkan, dan inilah jawabannya…
5. Orang-orang “mempercayai” blog lebih dari website normal karena blogging adalah pembicaraan.
Jika anda mengkombiasikan seluruh elemen dia atas – penulisan gaya jurnal pribadi, kemudahan untuk menambahkan konten yang menyebabkan sering terupdate, dan kemampuan untuk berinteraksi denga para pembaca anda, anda punya formula untuk sebuah alat komunikasi yang sangat natural.
Blog, secara alamiah, bisa diandalkan sebagai sumber informasi yang terpercaya. Mereka menumbuhkan hubungan antar manusia dan sebagai efek samping dari banyaknya blog sekarang, beberapa blogger di terima sebagai ahli yang disegani, meskipun itu benar ataupun tidak, murni dibelakang blog mereka sukses.
Karena itulah seseorang dengan modal semangat, hobby, atau keahlian tertentu, dan cukup termotivasi untuk menghasilkan konten tentang sebuah topik, dapat menarik audiennya, monetize traffic itu, dan mendapatkan potensi untuk prefesional blogging.
Sekarang kita tahu apa yang membuat Blog berbeda, dan langkah selanjutnya adalah bagaimana kita menghasilkan uang dari Blog.


Kurikulum


KURIKULUM  SDN DUREN SAWIT 14 PAGI

                                                                        BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
      Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum sekolah dasar pun menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan.
      Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidian tertentu. Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan daerah prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah apa yang dinamakan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan Pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pendidikan Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 bahwa kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.
      Atas dasar pemikiran tersebut, maka Sekolah Dasar Negeri Duren Sawit 14 Pagi menyusun kurikulum yang dikenal KURIKULUM SDN DUREN SAWIT 14 PAGI sebagai acuan operasional di dalam proses pembelajaran di sekolah.

LANDASAN

1. Dasar

a.       Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bab XIII pasal 31 tentang Pendidikan dan Kebudayaan
b.      Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1, Pasal 35, Pasal 36, Pasal 37, Pasal 38
c.       Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
d.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standart Isi Kurikulum Satuan Pendidikan
e.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan
f.        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 tentang Standar Isi dan Standar Kelulusan
g.       Peraturan Daerah Propinsi Provinsi Khusus Ibu Kota Jakarta No. 8 Tahun 2006, Tentang Sistem Pendidikan.
h.       Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dari Badan Standar Nasional Pendidikan.
2.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Standar Nasional Pendidikan meliputi :
a)      Standar Isi
b)      Standar Proses
c)      Standar Kompetensi Lulusan
d)      Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
e)      Standar Sarana dan Prasarana
f)        Standar Pengelolaan
g)      Standar Pembiayaan
h)      Standar Penilaian Pendidikan
  3. Standar Isi
i)        Kerangka Dasar
j)        Struktur Kurikulum
k)      Beban Belajar
l)        Kurikulum Satuan Pendidikan
m)    Kalender Pendidikan
  1. Standar Kompetensi Lulusan
a)      Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan (SKL SP)
b)      Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata Pelajaran (SKL KMP)
c)      Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL MP)

B. TUJUAN PENGEMBANGAN KTSP

Tujuan penyusunan Kurikulum ini adalah sebagai acuan operasional didalam penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Duren Sawit 14 Pagi. Kelurahan Duren Sawit. Kecamatan Duren sawit ,.Jakarta Timur.

C. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

     SDN DUREN SAWIT 14 PAGI
     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri Duren Sawit 14 Pagi dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini disusun  oleh satu tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan komite sekolah dibawah koordinator dan supervisi Dinas Pendidikan Kotamadya Jakarta Timur, serta dengan bimbingan nara sumber ahli Pendidikan dan Pembelajaran dari Tim Advokasi Kurikulum Dinas Pendidikan Dasar.
Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
  1. Berpusat pada potensi, pengembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  4. Relevan dengan kebutuhan dan kehidupan
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan
  6. Belajar sepanjang hayat
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  
                                                                        BAB II  
                                            TUJUAN

Selain memperhatikan dasar hukum yang tertera pada Bab I, penyusunan kurikulum ini juga mengacu pada Misi dan Visi dari Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta. Berikut adalah tujuan penyelenggaraan pendidikan dasar yang dituangkan dalam visi dan misi Sekolah Dasar Negeri Duren Sawit 14 Pagi.

A. TUJUAN PENDIDIKAN DASAR

      Penyelenggaraan pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan yang lebih lanjut.

B. VISI

SEKOLAH MENJADI PUSAT PENDIDIKAN UNTUK “MENGHASILKAN LULUSAN” YANG BERORIENTASI KEPADA KUALITAS DALAM HAL MEMILIKI KEIMANAN, KETAKWAAN, RASA PERCAYA DIRI YANG TINGGI, KREATIF, INOVATIF, DAN DAPAT DIANDALKAN
C. MISI
Dalam rangka mewujudkan “visi” yang telah diuraikan diatas maka misi yang diemban SDN Duren Sawit 14  Pagi adalah :
1.               Meningkatkan program kurikulum sekolah dengan nilai  tambah.
2.               Meningkatkan standar kompetensi guru melalui pelatihan
3.               Melatih mental siswa agar kuat, tangguh dan kuat
4.               Mengarahkan siswa untuk memiliki keterampilan berpikir ( Thinking Skill ),
          pemecahan masalah (Problem solving) dan pengembangan keterampilan ( Life  Skill )